April 14, 2008♥
KENAPA HARUS PUSING ???cat's coba berbagi pengalaman and pendapat soal
"PROBLEMATIKA LIVING SINGLE" ini, setelah baca postingan beberapa temen (yang
PANIK) karena mungkin merasa sudah cukup umur untuk menikah tapi kok belum juga menikah.
cat's concern soal yg satu ini bukan karena sok tau atau merasa sok pinter, tapi kok ya kebetulan cat's mengalami kejadian yang sama soal ini, maksudnya termasuk dalam jajaran Personal yang terlambat berumah tangga.
Guys, ga' usah panik kalo merasa diri ini termasuk dalam kategori belum menikah, even sudah cukup dewasa untuk itu.
Perkawinan butuh
SESUATU YANG LEBIH maksudnya, kedewasaan, tanggung jawab, dan keseriusan.
Jangan risau hanya karena, "Wah si A dah married padahal umurnya kan baru 20 tahun..., eee si B umur 25 udah punya 2 anak..., looohh... sahabatku udah sibuk mempersiapkan pesta pernikahan..."
"Lah aku udah mo masuk kepala 3 kok masih JOJOBA..., gimana neh ????"
Oh God, pleaseeee deh...
Kenapa harus Pusing...
For What mikirin hal secuprit itu.
Bukan berarti kita ga' perduli sama masa depan, tapi justru demi masa depan, harus diatur dulu badan ini, mental ini, kesiapan, tanggung jawab dan yang penting KEDEWASAAN.
Menikah bukanlah hal yang gampang...
Maksud-nya apa seh ?
Gini sayang ya, ada beberapa kasus yang cat's pernah tau, sedikit banyak dari mereka ;
- Terburu-buru Menikah hanya karena butuh STATUS yang jelas. Jadi kalau ditanya orang, " Udah menikah belum ney ? ", bisa berbangga hati menjawab, " Udah donk, hari gini belum married ? please deh bu'... "
- Kasus lain, Terburu-buru Menikah hanya karena ga' mau dibilang BULAP (Bujang Lapuk) atau PERTU (Perawan Tua), pusing kalo ada yang bilang, " Iiih, si B khan umurnya udah 25, kok ga' kawin2x juga ya... jangan2x ga' laku... " ... Haaayyyaaahhh...!!!
- Ada juga kasus, KRISIS PEDE !!! Ga' percaya diri karena ga' kunjung kawin (Menikah, red), semakin stress kalau denger orang bilang, " Kamu tuh kurang apa lagi sih, cantik/ ganteng iya, langsing/berotot ho-oh, pinter oke, harta berlimpah..., apalagi seh yang dicari, jangan kebanyakan milih donk..., ntar malah ga' dapet loh ! " Weeeee..e...eeeeee...
- Terburu-buru Menikah karena tekanan dari pihak berwajib, hehehe... Maksudnya desakan ortu, kakak, adik, om, tante, kakek, nenek, pakdhe, budhe....
- Masih banyak kasus lainnya...
Oalah, kok sesepele itu seh mikirnya, padahal married ga' boleh dianggap sesepele itu.
Wooiii, Menikah tuh ga' gampang tapi ga' juga sulit.
Harusnya mereka2x yang mencibir itu melihat kedalam dirinya masing-masing, apa iya dirinya sudah sempurna hanya karena sudah berumah tangga dan punya momongan.
Tapi cat's ga' mo ngebahas soal mereka2x yang usil, yang ga' punya kerjaan laen selain ngomongin orang... Ke laut aje deh orsil kaya' gitu, kita doain aja semoga Allah memaafkan kesombongan mereka.
Yang mau cat's bahas adalah bagaimana kita menghadapi dan menanggapi masalah ini.
Sebelum lanjut ke pembahasannya, cat's mau berbagi sedikit soal pengalaman pribadi cat's yang pernah mengalami masalah ini.
Umur 32 mendekati 33 cat's (sekarang usia cat's lari 33, red) baru berani memutuskan untuk berumah tangga, yang notabene udah ketuwiran (kata orsil alias orang usil).Bukan tanpa alasan untuk masalah ini.cat's sempat mengalami hal yang namanya "LOVE HURTS TRAUMATIC" ccciiiieeee....6,5 tahun pacaran, tiba-tiba ditinggal kawin cukup membuat cat's sakit hati dan sempet ga' bisa percaya sama kaum adam. Butuh waktu 7 tahun untuk bangkit dari keterpurukan dan keluar dari hal yang namanya "SAKIT HATI"Sempet juga kok mengalami KRISIS PEDE, apalagi saat satu persatu dari teman cat's mulai berkeluarga.Sempet marah saat tau teman terdekat saat itu memutuskan untuk menikah dengan lelaki yang dicintai-nya, nangis ? iya, marah ? iya juga, pusing ? apalagi...Belum lagi pertanyaan2x yang selalu datang soal "BILA MENGAKHIRI MASA LAJANG", itu belum seberapa... cat's sempet puyeng juga waktu almarhumah ibu cat's pernah bilang (sebulan sebelum meninggal) "Aku ga' rela mati nduk, sebelum melihat kamu menikah !" ....? ? ? ? AAAAaaaarrrrgggggghhhhhh.....Sempet mengalami yang namanya WEDDING PARTY PARANOID, takut and males datang ke acara pesta pernikahan, karena pasti banyak penggemar-nya, maksudnya pasti dideketin teman, tetangga ataupun kenalan yang selalu mengeluarkan QUESTIONER yang sama, "Kapan neh kawin" atau "Aku nunggu undangannya loh", ada lagi yang, "Waduh, bulan apa neh nyusul" sehingga muncul jawaban seperti iklan di tv bulan May, maksudnya maybe tomorrow, maybe next month, next year or maybe never thought about it at all.Huuuuu....uuuhhh...
50+50, CEAPE deeeehhhh...Tapi bukan karena desakan itu cat's lantas ambil jalan pintas, oke deh, gua nikah besok or bulan depan or tahun depan...Ga' juga, banyak yang harus diperbaiki dulu dari diri ini. Apalagi ditambah dengan "Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati inniiiiii...., biar tak mengapa...." (Meggi Z), hehehe... (Maklum, dangduters)
Ah, udahlah... itu tadi sedikit cerita dari masa lalu cat's...
Naaaaahhhhh, sekarang problem solving-nya aja ya.
Apa seh yang harus kita lakukan kalau mendapat masalah seperti ini...
Ada beberapa point ya.
- INTROSPEKSI DIRI & PEMBELAJARAN.
- LAKUKAN PERBAIKAN.
- ATUR VISI DAN MISI UNTUK JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG.
- CIPTAKAN KEYAKINAN.
- JALANI.
Waaaooooo, sok tau ah... jadi malu...
Wokeh, kita mulai dengan point 1
INTROSPEKSI DIRI & PEMEBELAJARAN.Coba, renungkan, kemudian tanyakan pada diri sendiri yang kemudian harus dicari jawabannya, dan untuk ini ga' menutup kemungkinan kok bertanya pada orang lain (bila perlu),
"APA YANG SAYA MAU" kemudian
"APA YANG TELAH SAYA PERBUAT" dilanjutkan
"APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN".
- Apa yang kita mau artinya, apakah saat itu Menikah yang kita mau atau mungkin yang lain. Renungkan baik-baik, cari jawabannya sampai benar2x tahu ooo ini toh yang aku mau.
- Kemudian Apa yang telah saya perbuat maksudnya, apa kesibukan kita sebelumnya. Apakah sudah ada persiapan atau belum ada sama sekali, ini penting loh. Paling tidak kita tau apakah sebelum ada masalah ini saya pernah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan menikah atau malah ga' terpikir tuh, aku masih mengejar karier, masih nglanjutin sekolah keluar negeri... atau apalah...
- Kemudian Apa yang saya harus lakukan, pikirkan lagi apakah persiapan tadi sudah matang, atau mungkin malah belum ada yang persiapan sama sekali... Dari situ atur dan susun strategi dan jadwal kerja... Maksudnya mulai disusun apa saja yang akan segera kita follow up untuk hasil pemikiran sebelumnya.
Terakhir adalah
PEMBELAJARAN, mudah-mudahan dari hasil olah pikir diatas kita bisa ambil pembelajaran menuju kedewasaan. Karena hal diatas adalah sebagian kecil dari proses pembelajaran menuju manusia yang dewasa baik dalam berfikir maupun bertindak.
Tidak hanya untuk case ini saja, bisa juga untuk menghadapi masalah yang lain.
Point 2.
LAKUKAN PERBAIKAN.Masih berkaitan dengan point 1, menjalankan hasil perenungan dan pemikiran kita kurang lebih sama dengan melakukan perbaikan diri. Yang tadinya buruk berubah menjadi baik, yang sebelumnya langsung to the point menjadi lebih terencana, yang tadinya masih sebodo teing menjadi lebih dewasa.
Pont 3.
ATUR VISI DAN MISI UNTUK JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG.Kalau sudah ada pebaikan, barulah kita susun dan pikirkan VISI-MISI jangka pendek dan jangka panjang.
Apa Visi-nya ya, oooo aku harus berumah tangga someday.. Misinya untuk meneruskan garis keturunan, perintah agama, menyenangkan hati orang tua atau apa aja terserah, bebas...
Insya Allah, tidak ada lagi dipikiran
Aku Harus Segera Menikah Karena Sudah TUWIRPoint 4.
CIPTAKAN KEYAKINAN.Nah ini point penting, sebelum melangkah lebih jauh dan terlalu dalam, jangan lupa semua itu harus disertai dengan
Keyakinan. Yap, aku yakin inilah jalan hidupku.. atau Oke, gue yakin 100% ini yang harus gue lakukan secepatnya. Mantapkan diri untuk melangkah, jangan sampai nantinya baru setengah jalan udah bubar.... atau belum mulai sudah menyerah....
Patri dalam hati.
INI YANG AKU MAU, APAPUN RESIKONYA AKAN AKU HADAPI....Point 5.
JALANI.Ya mulailah melangkah, Aku dengan personality yang baru siap menghadapi dunia baruku. Dengan keyakinan penuh loh ya...
Sedikit inputan diatas mudah-mudahan membantu ya.
Berikut masih ada pertanyaan lain "Lah trus kalau ada orsil yang mencibir kok ga' nikah2x seh, cari yang model apa lagi, nunggu apa lagi ?" atau "Ah, mendingan gue, jelek-jelek gini dah laku, daripada elu, cantik tapi PERTU..."
GIMANE, PIYE ???Ada peribahasa mengatakan "ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH BERLALU", itu dalem loh artinya, ada lagi peribahasa yang mengatakan "CUEK MINAL IMAN" (kalo yg ini asli ngawur).
Lah, kenapa musingin hal itu lagi...
Toh kita sudah punya keyakinan dan jati diri yang baru, rencana baru, VISI-MISI baru,
ORANG YANG LAMA TAPI KEPRIBADIAN BARU. Biar orang bilang apa, toh kita sudah siap menghadapi pertanyaan2x dan pernyataan2x bodoh seperti itu.
REMEMBER THIS GUYS !!!
Tidak ada larangan baik dari Allah SWT, atapun pada Al Qur'an atau apapun keyakinan teman2x masing2x "HARAM MENIKAH DIUSIA SENJA / LANJUT" yang ada "Allah murka jika kita TIDAK MAU berumah tangga".
Ga' ada yang melarang kita menikah tidak diusia muda, ga' ada yang melarang umur 25 belum menikah, ga' ada yang melarang umur 40 atau bahkan lebih baru memutuskan untuk menikah. Ga' ada !
Jodoh hanya Allah yang punya kuasa untuk menetapkan siapa dan kapan datangnya, Allah menciptakan manusia untuk hidup berpasangan, jadi kita semua harus yakini pasti akan berjodoh, hanya saja kita tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui siapa dan kapan datangnya jodoh itu.
Hanya manusia-manusia sombong dan takabur yang selalu pamer akan kelebihan dan kehebatan dirinya dan selalu mencibir tentang nasib orang lain, padahal sesungguhnya KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH, kekurangan selalu milik manusia.
Guys, jangan takut apalagi bimbang jika sampai saat ini kita belum juga menikah.
Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele ataupun dipermainkan. Jangan sampai mengambil keputusan tanpa pemikiran yang panjang hanya karena kita merasa gerah dengan kondisi saat ini (Living Single),
DON'T BE !Allah pasti punya maksud dan rahasia akan kehidupan kita masing-masing, belum tentu juga mereka-mereka yang telah berumah tangga telah memiliki segala kepuasan dan kesempurnaan, toh nyatanya masih banyak juga diantara mereka yang memilih jalan pisah atau bercerai karena belum juga dewasa even telah berumah tangga, NAUDZUBILLAHI' MINDZALIK.
Pernikahan butuh kedewasaan dan tanggung jawab yang besar, butuh pemikiran yang pasti untuk menjalaninya. Jangan hanya bermodal cinta, harta, dan jabatan apalagi paksaan atau desakan yang membuat kita memutuskan untuk segera menikah tanpa adanya persiapan dan pemikiran yang matang.
Yakinkan pada diri.
SAYA YAKIN SUATU SAAT SAYA PASTI MENIKAH APABILA SAYA SUDAH SIAP MENJALANINYA.
TIDAKLAH BERDOSA BAGI SAYA JIKA SUATU SAAT SAYA HARUS MENIKAH TIDAK PADA USIA MUDA, TIDAK ADA LARANGAN UNTUK ITU.
Tapi janganlah juga teman-teman terbuai dengan kehidupan Single yang menawarkan kebebasan dan kemerdekaan, sehingga terkadang lupa dan tidak perduli dengan masa depan, kita hanya menunda untuk segera menikah bukan untuk tidak menikah.
Well, mudah-mudahan cerita cat's bermanfaat, cat's memohon maaf jika ada kata-kata yang salah, tidak ada unsur penghinaan pada postingan ini, tidak juga berusaha menggurui, hanya sekedar berbagi ilmu saja. Semoga ada hikmah dibalik semua postingan ini, buang yang jelek, ambil baiknya saja.
Ini semata-mata berbagi pembelajaran menuju kedewasaan pada diri.
Untuk yang belum juga berumah tangga even merasa sudah cukup umur, janganlah sedih ataupun bimbang. Allah pasti punya rahasia untuk kita masing-masing. Sabar, tawakal terus berikhtiar dan berdoa pasti akan membuahkan hasil.
|